Langsung ke konten utama

Teknologi dalam Pendidikan Anak: Kawan atau Tantangan?

Hakikatnya teknologi ada untuk memudahkan kegiatan manusia, namun penggunaan teknologi tetap harus di bawah etika. Karena manusia punya peradaban sendiri yang harus dijunjung tinggi. Manusia walaupun makhluk sosial ia juga tetap makhluk individu. Manusia butuh privasi, iya juga butuh ruang untuk berinovasi sendiri, manusia butuh berinteraksi dengan manusia lainnya,  manusia butuh berinteraksi dengan Tuhannya. Maka dari itu etika penggunaan teknologi seharusnya sudah diketahui sejak awal sebelum manusia tersebut menggunakannya. Misal jika seorang anak menggunakan gadget atau handphone ataupun laptop dan sejenisnya. Idealnya orang tua sudah memberikan edukasi terkait etika penggunaan tersebut khususnya penggunaan yang berkaitan dengan gadget atau handphone atau laptop dan sejenisnya. Karena hal ini berkaitan dengan banyak hal termasuk keselamatan anak itu sendiri. 


Tidak sedikit kejahatan bermula dari interaksi media sosial yang pastinya itu menggunakan teknologi entah itu berupa gadget ataupun laptop dan sejenisnya. Dampak yang lain pun tidak sedikit jika kita tidak menggunakan etika penggunaan teknologi ini dengan baik. Dampak kesehatan, dampak pembentukan karakter diri, bahkan sampai ke dampak habit atau kebiasaan. 

Penggunaan teknologi untuk pendidikan anak sebaiknya di bawah pengawasan orang dewasa di sekitarnya misal jika penggunaan teknologi itu di rumah maka yang bertanggung jawab dalam pengawasan adalah orang tua. Sedangkan jika anak menggunakan teknologi di sekolah maka yang bertanggung jawab adalah guru atau pendidik di sana. Karenanya sangat memprihatinkan jika anak diminta membawa gadget atau pun laptop ke sekolah akan tetapi gurunya tidak mengambil peran untuk mengawasi penggunaannya. 

Demikian juga saat saat di rumah, ketika anak berinteraksi dengan teknologi baik itu gadget ataupun handphone ataupun laptop dan sejenisnya, sudah seharusnya orang tua memiliki kebijakan tentang penggunaan teknologi tersebut. Yang pastinya itu juga berlaku bagi orang tuanya. 

Jika digunakan sesuai dengan fungsinya. Dibatasi oleh etika penggunaan, maka Teknologi akan sangat membantu mengoptimalkan manusia dalam beraktivitas. Akan semakin banyak kebaikan yang dilakukan dalam satu hari, akan banyak tambahan ilmu yang didapat setiap hari, tim yang pasti akan semakin mudah untuk mengembangkan kecerdasan anak.

Oleh karena itu, pahamnya para orang tua dan pendidik atau guru tentang etika penggunaan teknologi khususnya untuk kegiatan sehari-hari sangat menentukan bagi pendidikan anak-anak. Dan itu artinya teknologi bisa jadi kawan atau lawan sesuai dengan bagaimana kita menggunakannya. 

Penulis 

Ratri Priyandewi 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips membersihkan kulkas

Kulkas menjadi barang yang hampir setiap rumah memiliki nya. Yuk kita simak cara membersihkan kulkas.  1. Matikan dan Kosongkan Kulkas : Sebelum membersihkan kulkas, matikan listriknya dan kosongkan semua barang di dalamnya. Letakkan makanan yang dapat cepat rusak di dalam kotak es atau wadah pendingin sementara Anda membersihkan kulkas. 2. Lepaskan Rak dan Laci : Bongkar rak dan laci dari kulkas agar lebih mudah membersihkan setiap sudutnya. Bersihkan rak dan laci secara terpisah dengan menggunakan sabun lembut dan air hangat. 3. Gunakan Campuran Air dan cuka : Campurkan air hangat dengan cuka putih dalam wadah semprot. Semprotkan campuran ini ke dalam kulkas untuk membersihkan permukaan dalamnya. Cuka adalah pembersih alami yang efektif dan membantu menghilangkan bau yang tidak diinginkan. Kalau saya memilih menggunakan sejenis sabun cuci piring yang aman untuk mencuci sayuran. 4. Lap dengan Kain Bersih : Gunakan kain bersih dan lembut untuk membersihkan setiap bagian dalam kulka...

Membersihkan Miss V dengan Sabun Berbahaya??

Douching adalah praktik membersihkan atau membasuh area vagina dengan menggunakan cairan. Meskipun beberapa orang mungkin berpikir bahwa douching adalah cara membersihkan organ reproduksi wanita, praktik ini sebenarnya tidak disarankan oleh sebagian besar profesional kesehatan. Berikut adalah beberapa alasan: 1. Mengganggu Keseimbangan Bakteri : Douching dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina. Bakteri baik membantu menjaga kesehatan vagina dan melawan infeksi. 2. Meningkatkan Risiko Infeksi : Douching dapat meningkatkan risiko infeksi vagina, termasuk infeksi bakteri dan ragi. Membersihkan vagina secara alami dengan air bersih sudah cukup. 3. Berpotensi Menyebabkan Irritasi : Penggunaan produk pembersih atau cairan khusus untuk douching dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan jaringan di sekitarnya. 4. Tidak Diperlukan untuk Kebersihan : Vagina memiliki cara alami membersihkan diri. Dengan menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan, termasuk daerah genital eksterna...

Memahami Sikap Mertua Ketika Satu Atap

Memahami sikap mertua ketika tinggal dalam rumah yang sama memerlukan rasa saling pengertian, komunikasi terbuka, dan kesediaan untuk beradaptasi. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan: 1. Hormati Batasan dan Privasi:    Penting untuk menghormati batasan dan privasi masing-masing anggota keluarga, termasuk mertua. Pastikan ada ruang pribadi untuk setiap individu dan komunikasikan secara jelas tentang batasan yang diinginkan. 2. Komunikasi Terbuka:    Membangun saling pengertian melalui komunikasi terbuka sangat penting. Dengan berbicara secara jujur ​​tentang harapan, kebutuhan, dan kekhawatiran, dapat membantu menghindari konflik yang mungkin timbul. 3. Berpartisipasi dalam Tanggung Jawab Rumah Tangga:    Kolaborasi dalam tanggung jawab rumah tangga dapat memperkuat hubungan. Mertua dapat merasa dihargai dan terlibat lebih aktif jika mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan rumah tangga. 4. Jalin Hubungan Baik dengan Anak:   ...