Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Kenal

  Mengenal diri sendiri Tidak setiap manusia mampu menyelami dirinya sendiri, entah karena ia tidak punya waktu untuk melakukan atau ia tidak pernah tahu kalau mengenal dirinya sendiri itu sangatlah penting. Penting untuk mengetahui potensi yang Allah berikan, penting untuk mengetahui kekurangan diri agar tak mudah kita terperosok pada kesalahannya yang sama. Penting untuk mengetahui cara apa dan bagaimana kita menjalani kehidupan ini dengan bahagia. Karena pada hakikatnya saat kita bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan potensi yang kita miliki sama artinya kita menjalani kehidupan dengan fitrahnya akal kita, fitrahnya kecerdasan diri kita. Siapapun yang menjalani kehidupan dengan apa yang sesuai dengan kemampuannya akan merasa nyaman menjalankannya.  Ada yang mengatakan hal yang paling menyenangkan adalah bisa bekerja, mendapatkan penghasilan dengan hobi atau kesenangan diri kita. Hal itu mencerminkan betapa kita harus mengenal diri kita terlebih dahulu, mengenal kemamp...

Waktu

Memanfaatkan waktu Waktu adalah sumber daya yang sangat terbatas, karena satu detik yang sudah lewat tidaklah bisa dikembalikan lagi. Satu menit yang sudah berlalu mustahil akan kembali lagi. Karenanya lah, waktu disebut sumber daya yang sangat terbatas. Akan tetapi setiap manusia diberikan waktu yang sama dalam satu hari yaitu 24 jam. Tidak ada satu pun manusia yang dapat membeli waktu. Tidak ada satu manusia pun yang dapat menambahkan atau mengurangi waktu yang Allah sudah amanahkan pada nya. Waktu, adalah kesempatan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Tidak ada yang berbeda yang Allah berikan. Namun demikian, mengapa ada yang mampu menggapai sesuatu yang luar biasa dalam hidupnya, ada yang biasa saja dan bahkan ada yang tak mendapatkan apa-apa dalam hidupnya. Mereka yang merugi adalah mereka yang membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kebaikan hidupnya. Bahkan Allah SWT pun membuat satu surat khusus tentang waktu. Demi masa, sesungguhnya manusia mengal...

Bosan

Berhati-hatilah Terhadap Bosan Setidaknya itulah yang disampaikan oleh Dr. 'Aid Al Qarni pada bukunya Rahasia sukses orang-orang besar, yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Qisthi Press. Disana ada salah satu catatan yang diberikan oleh beliau yang berbunyi: Hati-hati dengan rasa bosan! Karena rasa bosan tidak menghargai hak dan kehormatan! Hendaknya engkau bersabar dan teguh hati! Pada sumber lainnya, sering kali kita diingatkan bahwa rasa bosan adalah salah satu ciri dari menipisnya motivasi dan lupanya kita akan tujuan awal melakukan hal tersebut. Rasa bosan kerap kali disandingkan dengan kejenuhan. Maka, jika yang terjadi adalah kejenuhan karena tidak adanya kegiatan memperbaharui niat, mengingat kembali motivasi ataupun tujuan awal. Tidak ada cara lain menghilangkan rasa bosan itu dengan memikirkan kembali niat dan mengingat kembali motivasi ataupun tujuan tersebut. Jikalau perlu ada beberapa cara agar kita tidak merasa bosan dengan suatu kegiatan yang kita yakini kebaikan...

Anak-anak: Worksheet Menulis Buku Pertama ku

Gambar
 Setelah saya mengetahui semakin banyak tentang manfaat menulis, saya sebagai ibu semakin bersemangat untuk menumbuhkan kemampuan menulis pada anak-anak di rumah. Apakah saya memaksakan anak-anak saya menjadi menulis ? Tentu saja saya tidak mau seperti itu. Sama seperti hal nya membaca, bukan berarti saat saya memberikan banyak ruang dan kesempatan mereka untuk membaca banyak buku saya memaksa mereka menjadi anak pintar kutu buku.  Bagi saya membaca adalah kebiasaan baik. Sama halnya menggosok gigi sebelum tidur atau sesudah makan. Atau kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Atau kebiasaan memakan buah, sayur, madu dan makanan sehat lainnya. membaca buku bisa jadi suatu kebiasaan baik untuk menandingi kebiasaan memegang gadget khususnya pada anak-anak. Lalu, suatu ketika saya berkata pada mereka " bagus ya buku-buku nya? Kakak Abang mau buat buku seperti ini?".  Saat mereka menjawab dengan antusias, "kakak bisa buat cerita sendiri?" Dll. Maka, saatnya saya membuat ...

Overthinking dan Prasangka

Pernah mendengar kata overthinking? Sebenarnya konsep dari overthinking itu sendiri adalah prasangka. Yang dalam Islam sudah ada ilmunya. Kalau kita mengulik dari kata thinking yaitu pikiran dan over yaitu berlebihan. Maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud overthinking adalah memikirkan secara berlebihan. Berlebihan di sini di dalam Islam masuk ke dalam sarana prasangka jadi sesuatu yang tidak nampak atau tidak terlihat bahkan belum terjadi. Di dalam Quran surat an Najm ayat 28 diterangkan, "Dan mereka tidak mempunyai suatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka, padahal sesungguhnya prasangka itu tidak sedikit pun berguna terhadap kebenaran." (QS. an Najm: 28) Di sini kita jelas di berikan informasi tentang prasangka bahwa prasangka itu tidak sedikitpun berguna terhadap kebenaran, yang berarti prasangka itu bukanlah kebenaran. Baik prasangka yang baik atau prasangka buruk keduanya bisa jadi tidak benar atau bahkan jauh da...