Kamis, 12 Maret 2026

10 Cara Mendapatkan malam Lailatul Qadar

 

Design by Canva

πŸŒ™ Cara Mendapatkan Lailatul Qadr

Disampaikan oleh: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه Ψ§Ω„Ω„Ω‡

Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan — malam penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Rasulullah ο·Ί mencontohkan kesungguhan luar biasa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk meraihnya. Maka, siapa pun yang ingin mendapatkan kemuliaan malam ini perlu mempersiapkan diri dengan ibadah terbaik.

Berikut amalan-amalan yang dianjurkan:

✨ 1. Menjaga Sholat Lima Waktu Berjamaah 🀲

Sholat wajib adalah fondasi utama agama. Menjaga sholat berjamaah, khususnya Isya dan Subuh, termasuk sebab seseorang mendapatkan pahala seperti menghidupkan malam.

πŸ“– (HR. Muslim)

✨ 2. Sholat Tarawih Berjamaah Hingga Imam Selesai 

Siapa yang mengikuti sholat malam bersama imam sampai selesai, dicatat baginya pahala seperti sholat semalam penuh.

πŸ“– (HR. Tirmidzi)

✨ 3. Memperbanyak Bacaan Al-Qur’an πŸ“–

Dianjurkan membaca Al-Qur’an sebanyak mungkin. Minimal 100 ayat dalam satu malam sudah termasuk amalan besar.

πŸ“– (Hadits disahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

✨ 4. Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadr πŸ’—

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Inilah doa khusus yang diajarkan Rasulullah ο·Ί untuk malam Lailatul Qadr.

πŸ“– (HR. Tirmidzi)

✨ 5. Muhasabah dan Taubat 🌿

Malam Lailatul Qadr adalah momen kembali kepada Allah:

✔ Introspeksi diri

✔ Bertaubat dari dosa

✔ Memperbanyak istighfar

✔ Memohon ampun dengan sungguh-sungguh

✨ 6. Memperbanyak Dzikir di Akhir Malam πŸ•Š️

Waktu sahur dan sepertiga malam terakhir adalah waktu mustajab. Dzikir pada waktu ini sangat dianjurkan.

πŸ“– (Hadits disahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

✨ 7. Membaca Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah 

Rasulullah ο·Ί bersabda bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah pada malam hari, maka itu telah mencukupinya.

πŸ“– (HR. Bukhari dan Muslim)

✨ 8. Berpenampilan Baik dan Bersih ✨

Dianjurkan mandi, memakai pakaian terbaik, dan memakai parfum bagi laki-laki sebagai bentuk memuliakan malam istimewa ini.

πŸ“š (Ibnu Rajab — Lathāiful Ma‘ārif)

✨ 9. Membangunkan Keluarga πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦

Rasulullah ο·Ί tidak hanya beribadah sendiri, tetapi juga membangunkan keluarganya agar ikut meraih keberkahan Lailatul Qadr.

πŸ“– (HR. Bukhari)

✨ 10. Dilakukan dengan Iman dan Ihtisab 🌸

Kunci utama semua amalan adalah:

✔ Iman kepada Allah

✔ Ikhlas

✔ Mengharap pahala dari-Nya

“Barangsiapa menghidupkan Lailatul Qadr dengan iman dan ihtisab, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

πŸ“– (HR. Bukhari dan Muslim)

🌟 Penutup

Lailatul Qadr bukan milik orang yang sekadar menunggu, tetapi milik orang yang bersungguh-sungguh mendekat kepada Allah.

Jika kita menjaga sholat, memperbanyak Al-Qur’an, doa, dzikir, taubat, serta melibatkan keluarga dalam ibadah — insyaAllah peluang meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan akan terbuka lebar.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadr dan menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.


Rabu, 18 Februari 2026

 Membaca salah satu status pak Cahyadi jadi ingat sebuah buku yang pernah saya baca. Salah satu judul sub bab nya tentang, bosan.

Sebuah situasi yg dalam pikiran sebelum nya adalah sesuatu yg harus di musnahkan. "Membunuh kebosanan" ya.. sering kali narasi seperti itu terlihat pada iklan-iklan atau tulisan- tulisan..

.

Tapi, ada sisi lain yg diberikan pada tulisan di buku itu tentang bosan. Bagaimana seharusnya kita memanfaatkan momen bosan itu menjadi momen memiliki diri sendiri. Dimana saat kita sibuk dengan pekerjaan, berbagai macam tugas atau membuka gadget bahkan saat makan dan ke kamar mandi. hidup kita, waktu kita, pikiran kita terpakai untuk mengerjakan dan menjalani semua itu. Sampai saat ada momen mati lampu, batre hp habis atau hp ketinggalan. Tiba-tiba "daaagk". Dunia serasa hampa, bingung melanda, otak yg biasanya terus bekerja karena dikirim banyak informasi kali ini ia mencari "apa yg bisa dikerjakan". 

.

Mereka yg tak terlatih dan tak pandai mengendalikan otaknya untuk mencari "kerjaan" akan mudah putus asa, ekspresinya sering kali dengan marah-marah atau berbuat hal merugikan dirinya atau orang lain. 

.

Padahal bosan itu momen berharga. Dimana otak butuh stimulus yg menyehatkan lebih banyak, agar jiwa kita semakin sehat. 

Sayangnya, kita sering kali menghilangkan momen itu. 

Stimulus sehat itu kita bahas di tulisan lainya aja ya. 😁

Jadi saat anak Dirumah bilang "bosan" , saya jawab " gpp bosan". Lalu saya menawarkan stimulus untuk otak mereka. " Mau apa?.." kadang saya sebut, mau Gambar? Main sepeda? Makan buah? Main?

.

Usahakan sekali mengalihkan bosan dengan hal yg semakin melemahkan otak. Seperti memberikan hp. 

Rabu, 13 Agustus 2025

Kembali Mengingat Tujuan Hidup

 Dalam Islam, tujuan hidup sudah jelas: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Artinya, segala aktivitas kita pada hakikatnya harus bermuara pada ibadah kepada Allah.

Namun dalam perjalanan hidup, kita sering diuji. Saat kesulitan datang, kita diperintahkan untuk meminta tolong kepada Allah.

Sebab, manusia tidak memiliki kapasitas mutlak untuk menyelesaikan masalah tanpa pertolongan-Nya.

Kalaupun sebuah masalah terlihat terselesaikan tanpa kita berdoa, itu tetap terjadi karena sebab-akibat dunia yang Allah izinkan dan karena rahmat serta kasih sayang-Nya, meski kita lalai memohon.

🌍 Lalu, bagaimana dengan orang yang tidak beriman tetapi hidupnya tampak mudah?

Riwayat-riwayat mengisyaratkan bahwa hal itu bisa jadi:

1. Peluang untuk berpikir dan mendapat hidayah.

Kemudahan yang diberikan bisa menjadi tanda kasih sayang, jika ia mau merenung dan mencari kebenaran.

2. Istidraj — jebakan kenikmatan dunia.

Jika ia terlena, kemudahan itu justru menyeretnya semakin jauh dari Allah, menuju jurang kebinasaan.


πŸ’‘ Pelajaran bagi kita:

Sering kali, kehidupan dunia membuat kita lupa pada yang ghaib.

Kita mengira yang terlihat itu segalanya, padahal yang tidak terlihat justru lebih hakiki.

Kita merasa sehat, cukup, dan dikelilingi kemegahan dunia, lalu lalai bahwa kematian itu pasti dan dekat.

Kita juga kerap membebani diri dengan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas kita.

Padahal, peran utama manusia hanyalah beribadah.

Jika kita mengalami kesulitan dalam beribadah atau menjalani hidup, kembalilah meminta tolong kepada Dzat yang memerintahkan, yaitu Allah.

Selasa, 27 Mei 2025

Fokus

 Mendengar yang tidak dikatakan, melihat apa yang tidak dilihat orang lain.

Saya pernah mendengar pengalaman seseorang aktivis literasi yang aktif bergerak di pedalaman, ia menceritakan pengalamannya saat berada di luar negeri dan diminta bekerja untuk sebuah perusahaan properti. Menariknya, mereka tidak mengenal satu sama lain. Bahkan sampai pertemuan kesekian saat itu ia menanyakan mengapa harus ia yang dipilih padahal ia tidak melamar ke perusahaan tersebut.

Mengesankan bagi saya adalah jawaban salah satu karyawan perusahaan tersebut, ia mengataka, “kami membutuhkan orang yang bisa melihat apa yang tidak kami lihat”, katanya.

Tidak lama dari itu saya membaca sub bab pada buku esensialisme Oleh Greg McKeown. Pada halaman 101 ada bahasan yang serupa dengan itu. Ada kalimat, mendengar apa yang tidak dikatakan. Awalnya ini membuat saya bertanya-tanya apa maksudnya. Namun, sepertinya saya pernah mengalami hal tersebut. Mendengar apa yang tidak diucapkan, hal itu terjadi ketika pendengar memiliki pengetahuan lain sebelumnya dan berusaha menghubungkan antara informasi yang sedang didengarnya. Sehingga yang terjadi adalah, kami mampu memberikan kesimpulan yang di luar dari apa yang didengar.

Begitu juga dengan melihat apa yang tidak dilihat orang lain. Hal ini biasanya terjadi karena pengetahuan yang luas, dan kemampuan penilaian seseorang, yang pastinya didukung dengan daya fokus yang baik. Hingga akhirnya, gangguan pun ia tidak mampu mengambil jalan keluar dari suatu masalah.


Oleh Ratri Priyandewi 



Selasa, 20 Mei 2025

Doa seorang Ibu

Pengaruh ibadah seorang ibu pada anak-anaknya

Pernah mendengar kalimat ini, “Mendidik seorang anak laki-laki adalah mendidik satu individu. Tapi mendidik seorang perempuan adalah mendidik seluruh umat.” Ini adalah kata-kata dari Imam Syafi'i

Bagaimana bisa begitu pentingnya kedudukan seorang perempuan bagi umat Islam bahkan untuk kehidupan masyarakat dunia. Kita bisa menelaah dari sisi ilmiahnya, bahwasanya Allah SWT telah mengamanatkan rahim pada seorang perempuan. Yang dari rahimnya akan tumbuh dan berkembang sesosok manusia yang kelak akan mempunyai pengaruh bagi kehidupan masyarakat dunia. Baik itu berpengaruh baik atau sebaliknya. Perempuan yang disebut Darah ibu itu mengalir pada manusia tersebut.

Bayangkan jika seorang perempuan melahirkan 4 orang anak, maka darah perempuan tersebut mengalir di ke empat anaknya pada kehidupan pertama mereka. Susunan DNA dan berbagai kebiasaan seorang perempuan itu terbentuk pada 4 manusia lainnya.

Kalau ditinjau dari sisi sosial, dari mulai yang paling dekat saja. Karakter seorang perempuan baik atau sebaliknya akan sangat mempengaruhi lingkungannya. Masih ingat tentang hadis, “Wanita itu adalah aurat. Apabila ia keluar, maka setan akan memikatnya (menggoda manusia melalui dirinya)." (HR. At-Tirmidzi)

Jika seorang perempuan saja tidak pandai menjaga auratnya maka terjadi keburukan akan menimpa juga pada manusia lainnya. Akan ada laki-laki yang terjerat hawa nafsu setan, akan ada perempuan lain yang terjebak menghibahkan, memaksudkan buruk dll pada nya.

Kalau dijelaskan lebih detail maka akan banyak sekali kedalaman dari pembahasan ini.

Dan poin terpentingnya adalah ibadah dan perangai seorang ibu akan sangat berpengaruh pada kehidupan anak-anaknya. Kebiasaan mendoakan, kebiasaan mengajarkan kebiasaan baik dll akan sangat mempengaruhi kehidupan anak-anaknya kelak.

Oleh Ratri Priyandewi


Sabtu, 10 Mei 2025

Terlanjur

 Jangan Lakukan sesuatu karena sudah terlanjur

Dalam istilah psikologi ada yang namanya sunk-cost bias atau biaya hangus. Yaitu suatu kecenderungan untuk terus menginvestasikan waktu, uang, atau energi kepada sesuatu yang kita tau akan rugi (tidak mendapatkan keuntungan), hanya karena kita menganggap karena itu tidak dapat kembali.

Dalam suatu pernikahan misalnya, terjadi KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), suami terhadap istri. Lalu, istri bertahan hanya karena sudah berumur bertahun-tahun menikah, ia merasa sayang jika tidak dilanjutkan. 

Ia melanjutkan tanpa memperbaiki komunikasi, tanpa mengusahakan hal-hal lainnya, jikapun sudah melakukan semua upaya, suami tidak ada perubahan, tidak memberikan kebahagiaan apapun untuk istrinya.

Maka yang sedang dilakukan istri tersebut adalah sebuah kecenderungan dalam psikologi yang disebut sunk-cost bias. Istrinya mungkin berpikir waktu bertahun-tahun bersama, tenaga, pikiran yg sudah dicurahkan untuk rumah tangga gak akan bisa kembali. Dan akan sangat rugi jika ia tidak melanjutkan pernikahannya.

Padahal yang terjadi adalah itu sebuah kemubaziran. Karena tenaga dan waktunya untuk melanjutkan rumah tangganya juga sangat berharga.

Sama dengan saat seseorang yang sudah membeli tiket bioskop, lalu saat masuk dan menonton, ternyata film itu tidak bagus. Lalu, ia tetap menonton dengan alasan “ sudah terlanjur dibeli, sayang tiketnya”. Seolah-olah dia lupa suatu saat, dan energi yang akan dia gunakan untuk hal yang tidak bermanfaat karena itu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Sudah lah rugi tiket, rugi waktu dan tenaga juga.

Demikianlah banyak terjadi disekitar kita. Dan penulis pun masih terus mengamati dirinya sendiri, apakah masih terjebak dalam sunk-cost bias. Selamat terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

Oleh Ratri Priyandewi


Sabtu, 03 Mei 2025

AI dan Internet

 Dampak Teknologi

Masih ingat akan berita-berita yang menceritakan anak-anak setelah mengenal internet banyak yang tidak lagi main denga mainan tradisional, mereka beralih menjadi pemain game online. Masih segar ditelinga curahan hati para guru dan orang tua tentang sulitnya mengontrol penggunaan gadget pada anak. Masih terus dikeluhkan para guru kalau anak-anak murid semakin lama semakin tidak terkendali.

Dan salah satu faktor utamanya adalah dampak dari perkembangan teknologi informasi yang luar biasa cepat. Belum selesai kami mengedukasi masyarakat tentang penggunaan gadget dan internet, kali ini masyarakat akan dihadapkan lagi dengan AI.

Etika menggunakan teknologi seharusnya memang digaungkan terus oleh pemerintah. Baik itu melalui media massa, situs resmi sampai menggerakkan influencer di media sosial.

Karena hakikatnya teknologi tanpa Etika atau penggunaan yang bijak ia hanya akan menghasilkan ringkasan, sumber daya manusia kita akan semakin mundur, fatalnya adalah ketahanan nasional kita akan terancam. 

10 Cara Mendapatkan malam Lailatul Qadar

  Design by Canva πŸŒ™ Cara Mendapatkan Lailatul Qadr Disampaikan oleh: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Lailatul Qadr adalah malam yang...