Langsung ke konten utama

Mendampingi anak hingga tumbuh rasa percaya dirinya


Tidak mudah memang menjadi orang tua jika tidak belajar, ya.. tidak belajar mengenal pola tumbuh kembang anak. Tidak belajar mengenal karakter anak. Lalu, bagaimana bisa mendampingi anak-anak dimasa dimana mereka sangat memerlukan rasa aman dan nyaman dari orang terdekat nya yaitu orang tuanya jika orang tua nya tidak belajar?
Saat anak pertama saya lahir, saya hanya belajar ilmu parenting dari buku, dan dari seminar online. Itu susahnya bukan main dipraktekkan. Hingga saat anak kedua saya lahir, saya memutuskan untuk lebih serius belajar parenting dengan rajin mengikuti kelas kuliah online berbayar. Tidak cuma sekali hampir setiap bulan saya ikuti dan terus saya praktekkan. 
Saya mulai faham mengendalikan emosi saya, karena rupanya itu kelemahan saya. Saya beneran minta sama Allah agar bisa jadi ibu yang baik. 🥺 Karena saya merasa saya ini kaku, kurang lembut ya memang sedari dulu. Bahkan cenderung tomboy saat sekolah.
Allahuakbar, anak kedua qadharullah anak yang lembut. Syukurnya, saat usianya 3 tahun saya dan suami sudah mengetahui kecerdasan bawaannya dari tes STifin. Jadi, saya semakin mengenali apa yang anak-anak kami pikirkan dan rasakan. 
Usia 6th, Fathia sudah mau belajar ditinggal sendiri, sudah mau mengaji dan murojaah dengan ustazah nya. 
Usia 3th, Faqih sudah mau mengaji dan murojaah dengan ustazah nya walaupun masih minta bundanya duduk didekat nya. 
Saya bersyukur atas setiap perkembangan kebaikan yang terjadi pada anak-anak. Sekecil apapun itu saya sangat bersyukur. Semoga Allah ridho pada kami orang tua nya.

Bunda Fathia, faqih, arifa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips membersihkan kulkas

Kulkas menjadi barang yang hampir setiap rumah memiliki nya. Yuk kita simak cara membersihkan kulkas.  1. Matikan dan Kosongkan Kulkas : Sebelum membersihkan kulkas, matikan listriknya dan kosongkan semua barang di dalamnya. Letakkan makanan yang dapat cepat rusak di dalam kotak es atau wadah pendingin sementara Anda membersihkan kulkas. 2. Lepaskan Rak dan Laci : Bongkar rak dan laci dari kulkas agar lebih mudah membersihkan setiap sudutnya. Bersihkan rak dan laci secara terpisah dengan menggunakan sabun lembut dan air hangat. 3. Gunakan Campuran Air dan cuka : Campurkan air hangat dengan cuka putih dalam wadah semprot. Semprotkan campuran ini ke dalam kulkas untuk membersihkan permukaan dalamnya. Cuka adalah pembersih alami yang efektif dan membantu menghilangkan bau yang tidak diinginkan. Kalau saya memilih menggunakan sejenis sabun cuci piring yang aman untuk mencuci sayuran. 4. Lap dengan Kain Bersih : Gunakan kain bersih dan lembut untuk membersihkan setiap bagian dalam kulka...

Membersihkan Miss V dengan Sabun Berbahaya??

Douching adalah praktik membersihkan atau membasuh area vagina dengan menggunakan cairan. Meskipun beberapa orang mungkin berpikir bahwa douching adalah cara membersihkan organ reproduksi wanita, praktik ini sebenarnya tidak disarankan oleh sebagian besar profesional kesehatan. Berikut adalah beberapa alasan: 1. Mengganggu Keseimbangan Bakteri : Douching dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina. Bakteri baik membantu menjaga kesehatan vagina dan melawan infeksi. 2. Meningkatkan Risiko Infeksi : Douching dapat meningkatkan risiko infeksi vagina, termasuk infeksi bakteri dan ragi. Membersihkan vagina secara alami dengan air bersih sudah cukup. 3. Berpotensi Menyebabkan Irritasi : Penggunaan produk pembersih atau cairan khusus untuk douching dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan jaringan di sekitarnya. 4. Tidak Diperlukan untuk Kebersihan : Vagina memiliki cara alami membersihkan diri. Dengan menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan, termasuk daerah genital eksterna...

Memahami Sikap Mertua Ketika Satu Atap

Memahami sikap mertua ketika tinggal dalam rumah yang sama memerlukan rasa saling pengertian, komunikasi terbuka, dan kesediaan untuk beradaptasi. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan: 1. Hormati Batasan dan Privasi:    Penting untuk menghormati batasan dan privasi masing-masing anggota keluarga, termasuk mertua. Pastikan ada ruang pribadi untuk setiap individu dan komunikasikan secara jelas tentang batasan yang diinginkan. 2. Komunikasi Terbuka:    Membangun saling pengertian melalui komunikasi terbuka sangat penting. Dengan berbicara secara jujur ​​tentang harapan, kebutuhan, dan kekhawatiran, dapat membantu menghindari konflik yang mungkin timbul. 3. Berpartisipasi dalam Tanggung Jawab Rumah Tangga:    Kolaborasi dalam tanggung jawab rumah tangga dapat memperkuat hubungan. Mertua dapat merasa dihargai dan terlibat lebih aktif jika mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan rumah tangga. 4. Jalin Hubungan Baik dengan Anak:   ...