Langsung ke konten utama

Mendampingi tumbuh kembang anak (ceritaku) : pertama kali ketemu temen sekolah

kemarin hari pertama Fathia mengenal temen-temen nya dan sekolah nya yang baru. Saya ibu nya yang mendampingi tumbuh kembang nya sedari perut Insya Allah faham sekali kenapa di hari pertama nya itu ia menangis dan tidak mau ditinggal pulang oleh orang tua nya. Begitu juga dengan orang lain saya juga faham kenapa mereka tidak memahami nya. 
Begitu banyak anak-anak yang melalui masa-masa awal sekolah nya dengan deg deg an. menurut saya itu hal yang wajar.

Hari itu saya menemani nya sampai keluar sekolah, dan saat ia keluar sekolah saya sangat mengapresiasi usahanya beradaptasi dengan lingkungan baru "hebaaat Kakak hebat..". entah kenapa saya seorang merasakan apa yang ia rasakan. Dan ia hebat bisa melakukan nya. Berani berkenalan didepan kelasnya, dan mengikuti acara sampai selesai.


Keluar dari kelas ia mulai semangat menceritakan tentang pengalaman nya, dan kami sangat bersyukur akan hal itu. Walaupun sempat ia mengatakan lagi "besok gak usah sekolah lagi ya", disitu saya dan ayahnya terus berusaha memotivasi nya. disela-sela flu yang menyerang, kami harus mendampingi Fathia menghadapi tantangan baru nya. "Kak, kakak bunda sekolah kan di sana bukan hanya keinginan ayah bunda semata".
Jauh sebelum daftar sekolah bunda minta petunjuk Allah. Bagaimana ini harusnya Fathia selanjutnya berpendidikan, apakah homeschooling atau sekolah formal. Dengan kondisi keuangan yang juga tidak stabil saat itu. Qadharullah, kami merasakan membawa alur nya ke sekolah formal dan itu adalah SDIT Al Munadi, Marelan, Medan. 
Bunda akan terus doakan, Agar anak-anak bunda ada dalam perlindungan Allah SWT, dan petunjuk Nya, agar menjadi anak yang Sholeh sholehah (manusia yang bermartabat dengan menjadi hambaNya yang taqwa).

Wallahu'alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips membersihkan kulkas

Kulkas menjadi barang yang hampir setiap rumah memiliki nya. Yuk kita simak cara membersihkan kulkas.  1. Matikan dan Kosongkan Kulkas : Sebelum membersihkan kulkas, matikan listriknya dan kosongkan semua barang di dalamnya. Letakkan makanan yang dapat cepat rusak di dalam kotak es atau wadah pendingin sementara Anda membersihkan kulkas. 2. Lepaskan Rak dan Laci : Bongkar rak dan laci dari kulkas agar lebih mudah membersihkan setiap sudutnya. Bersihkan rak dan laci secara terpisah dengan menggunakan sabun lembut dan air hangat. 3. Gunakan Campuran Air dan cuka : Campurkan air hangat dengan cuka putih dalam wadah semprot. Semprotkan campuran ini ke dalam kulkas untuk membersihkan permukaan dalamnya. Cuka adalah pembersih alami yang efektif dan membantu menghilangkan bau yang tidak diinginkan. Kalau saya memilih menggunakan sejenis sabun cuci piring yang aman untuk mencuci sayuran. 4. Lap dengan Kain Bersih : Gunakan kain bersih dan lembut untuk membersihkan setiap bagian dalam kulka...

Membersihkan Miss V dengan Sabun Berbahaya??

Douching adalah praktik membersihkan atau membasuh area vagina dengan menggunakan cairan. Meskipun beberapa orang mungkin berpikir bahwa douching adalah cara membersihkan organ reproduksi wanita, praktik ini sebenarnya tidak disarankan oleh sebagian besar profesional kesehatan. Berikut adalah beberapa alasan: 1. Mengganggu Keseimbangan Bakteri : Douching dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina. Bakteri baik membantu menjaga kesehatan vagina dan melawan infeksi. 2. Meningkatkan Risiko Infeksi : Douching dapat meningkatkan risiko infeksi vagina, termasuk infeksi bakteri dan ragi. Membersihkan vagina secara alami dengan air bersih sudah cukup. 3. Berpotensi Menyebabkan Irritasi : Penggunaan produk pembersih atau cairan khusus untuk douching dapat menyebabkan iritasi pada vagina dan jaringan di sekitarnya. 4. Tidak Diperlukan untuk Kebersihan : Vagina memiliki cara alami membersihkan diri. Dengan menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan, termasuk daerah genital eksterna...

Memahami Sikap Mertua Ketika Satu Atap

Memahami sikap mertua ketika tinggal dalam rumah yang sama memerlukan rasa saling pengertian, komunikasi terbuka, dan kesediaan untuk beradaptasi. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan: 1. Hormati Batasan dan Privasi:    Penting untuk menghormati batasan dan privasi masing-masing anggota keluarga, termasuk mertua. Pastikan ada ruang pribadi untuk setiap individu dan komunikasikan secara jelas tentang batasan yang diinginkan. 2. Komunikasi Terbuka:    Membangun saling pengertian melalui komunikasi terbuka sangat penting. Dengan berbicara secara jujur ​​tentang harapan, kebutuhan, dan kekhawatiran, dapat membantu menghindari konflik yang mungkin timbul. 3. Berpartisipasi dalam Tanggung Jawab Rumah Tangga:    Kolaborasi dalam tanggung jawab rumah tangga dapat memperkuat hubungan. Mertua dapat merasa dihargai dan terlibat lebih aktif jika mereka juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan rumah tangga. 4. Jalin Hubungan Baik dengan Anak:   ...