Rabu, 18 Februari 2026

 Membaca salah satu status pak Cahyadi jadi ingat sebuah buku yang pernah saya baca. Salah satu judul sub bab nya tentang, bosan.

Sebuah situasi yg dalam pikiran sebelum nya adalah sesuatu yg harus di musnahkan. "Membunuh kebosanan" ya.. sering kali narasi seperti itu terlihat pada iklan-iklan atau tulisan- tulisan..

.

Tapi, ada sisi lain yg diberikan pada tulisan di buku itu tentang bosan. Bagaimana seharusnya kita memanfaatkan momen bosan itu menjadi momen memiliki diri sendiri. Dimana saat kita sibuk dengan pekerjaan, berbagai macam tugas atau membuka gadget bahkan saat makan dan ke kamar mandi. hidup kita, waktu kita, pikiran kita terpakai untuk mengerjakan dan menjalani semua itu. Sampai saat ada momen mati lampu, batre hp habis atau hp ketinggalan. Tiba-tiba "daaagk". Dunia serasa hampa, bingung melanda, otak yg biasanya terus bekerja karena dikirim banyak informasi kali ini ia mencari "apa yg bisa dikerjakan". 

.

Mereka yg tak terlatih dan tak pandai mengendalikan otaknya untuk mencari "kerjaan" akan mudah putus asa, ekspresinya sering kali dengan marah-marah atau berbuat hal merugikan dirinya atau orang lain. 

.

Padahal bosan itu momen berharga. Dimana otak butuh stimulus yg menyehatkan lebih banyak, agar jiwa kita semakin sehat. 

Sayangnya, kita sering kali menghilangkan momen itu. 

Stimulus sehat itu kita bahas di tulisan lainya aja ya. 😁

Jadi saat anak Dirumah bilang "bosan" , saya jawab " gpp bosan". Lalu saya menawarkan stimulus untuk otak mereka. " Mau apa?.." kadang saya sebut, mau Gambar? Main sepeda? Makan buah? Main?

.

Usahakan sekali mengalihkan bosan dengan hal yg semakin melemahkan otak. Seperti memberikan hp. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Membaca salah satu status pak Cahyadi jadi ingat sebuah buku yang pernah saya baca. Salah satu judul sub bab nya tentang, bosan. Sebuah sit...